4 Sep 2013

SEMIOTIKA

Di akhir abad ke sembilanbelas filsuf Amerika Charles Sanders Peirce memulai sebuah studi yang dinamakannya “semiotic”, dan dalam bukunya COURSE IN GENERAL LINGUISTICS (1915) linguis Swiss Ferdinand de Saussure tanpa mengetahui ide Peirce tersebut mengusulkan sebuah ilmu ( a science) yang disebutnya “semiology”. Sejak itu semiotika dan semiologi telah menjadi nama-nama alternatif bagi sebuah ilmu umum tentang tanda-tanda (a general science of signs), seperti yang terdapat dalam semua pengalaman manusia. Menurut ilmu ini pemakaian tanda tidak terbatas pada sistem komunikasi yang eksplisit seperti bahasa, kode Morse, dan tanda serta signal lalulintas; beragam aktivitas dan produksi manusia lainnya – postur dan gerak badan kita, ritual sosial yang kita lakukan, pakaian yang kita pakai, makanan yang kita sajikan, bangunan tempat kita tinggal – mengandung “arti” yang dimengerti oleh anggota-anggota dari kebudayaan tertentu, makanya bisa dianalisis sebagai tanda-tanda yang berfungsi dalam berbagai jenis sistem signifikasi. Walaupun studi tentang bahasa (pemakaian tanda-tanda verbal) dianggap hanya sebagai satu cabang semiotika, linguistics yang merupakan ilmu tentang bahasa yang sangat berkembang menyediakan metode dan peristilahan dasar yang dipakai oleh seorang semiotikus dalam mempelajari semua sistem-tanda sosial lainnya.
C.S. Peirce membedakan tiga kelas tanda, yang didefinisikannya dalam konteks jenis hubungan antara item yang menandakan dan yang ditandakan: (1) IKON, berfungsi sebagai tanda melalui persamaan inheren, atau unsur-unsur yang dimiliki bersama, dengan apa yang ditandakan; contoh-contohnya adalah persamaan antara sebuah potret dengan manusia yang digambarkannya, atau persamaan antara sebuah peta dengan wilayah geografis yang diwakilinya. (2) INDEKS adalah sebuah tanda yang memiliki hubungan kausal dengan apa yang ditandakan; jadi, asap merupakan tanda yang mengindikasikan api, dan sebuah alat penunjuk arah angin mengindikasikan arah angin berhembus. (3) Dalam SIMBOL (atau dengan istilah yang kurang ambiguitas, “tanda sebenarnya”) hubungan antara item penanda dan apa yang ditandakan bukanlah sebuah hubungan yang alami, tapi merupakan sebuah konvensi sosial. Gerakan berjabatan tangan, misalnya, dalam banyak kebudayaan merupakan tanda konvensional untuk sapaan ataupun perpisahan, dan lampu lalulintas berwarna merah secara konvensional menandakan “Berhenti!” Contoh paling utama dan paling kompleks dari tipe tanda ketiga ini adalah kata-kata yang membentuk sebuah bahasa.
Saussure memperkenalkan banyak dari istilah dan konsep yang dipakai para semiotikus sekarang ini. Yang paling penting adalah sebagai berikut: (1) Sebuah tanda terdiri dari dua komponen atau aspek yang tidak dapat dipisahkan, yaitu “signifier” (dalam bahasa, seperangkat bunyi ujaran, atau tanda-tanda di atas kertas) dan “signified” (konsep, atau ide, yang merupakan arti dari tanda tersebut). (2) Sebuah tanda verbal, dalam peristilahan Saussure, bersifat “arbitrary”. Maksudnya, dengan onomatopoeia (kata-kata yang kita anggap sama dengan bunyi-bunyi yang ditandakan) sebagai pengecualian kecil, tidak ada hubungan inheren atau alami antara sebuah “signifier” verbal dengan apa yang ditandakan (signified). (3) Identitas dari semua elemen sebuah bahasa, termasuk kata-katanya, bunyi-bunyi ujaran komponennya, dan konsep-konsep yang ditandakan kata-kata, tidak ditentukan oleh “kualitas positif”, atau unsur-unsur objektif dalam elemen-elemen itu sendiri tapi oleh perbedaan (differences), atau sebuah jaringan hubungan, yang terdiri dari perbedaan dan oposisi dengan bunyi-bunyi ujaran lainnya, kata-kata lainnya, dan “signified” lainnya yang terdapat hanya dalam sebuah sistem linguistik tertentu. (4) Tujuan dari linguistics, atau usaha semiotika lainnya, adalah untuk memahami “parole” (sebuah ujaran verbal, atau sebuah pemakaian khusus tanda atau seperangkat tanda) hanya sebagai sebuah manifestasi dari “langue” (yaitu sistem umum dari perbedaan-perbedaan implisit dan aturan-aturan kombinasi yang mendasari dan memungkinkan sebuah pemakaian khusus tanda). Fokus perhatian semiotika lebih banyak terletak pada sistem yang mendasari “langue” daripada pada sebuah “parole” tertentu.
Semiotika modern berkembang di Perancis di bawah pengaruh Saussure hingga banyak semiotikus juga merupakan strukturalis. Mereka membahas setiap fenomena atau produksi sosial sebagai “teks”, yakni seperti yang terbentuk oleh struktur-struktur yang berdiri sendiri, mandiri dan hierarkis dari tanda-tanda, “kode-kode” fungsional yang ditentukan secara berbeda-beda, dan aturan-aturan kombinasi dan transformasi yang membuatnya “berarti” bagi anggota-anggota sebuah masyarakat. Claude Levi-Strauss, di tahun 1960an dan sesudahnya, memulai penerapan semiotika atas antropologi budaya dan pendirian strukturalisme Perancis dengan memakai linguistics Saussure sebagai model untuk menganalisis berbagai fenomena dan praktek-praktek dalam masyarakat primitif, yang diperlakukannya sebagai setengah-bahasa, atau struktur-struktur penanda yang independen. Ini termasuk sistem kekerabatan, sistem totem, cara menyiapkan makanan, mitos, dan mode pra-logis dalam penginterpretasian dunia. Jacques Lacan menerapkan semiotika atas psikoanalisis Freud, dengan menginterpretasikan ketaksadaran sebagai sebuah struktur tanda, seperti bahasa; dan Michel Foucault melakukan pendekatan analisis yang serupa untuk mendiskusikan, dalam berbagai periode sejarah, interpretasi medis atas symptom penyakit, perubahan dalam identifikasi, klasifikasi dan perawatan orang gila, dan konsep-konsep seksualitas manusia. Roland Barthes, yang secara eksplisit menerapkan prinsip-prinsip dan metode Saussure, menulis analisis semiotik atas konstituen dan kode sistem-tanda dalam iklan fashion perempuan, dan juga dalam banyak “ mitos borjuis ” tentang dunia ini yang menurutnya dicontohkan dalam sistem-tanda sosial seperti pertandingan gulat profesional, mainan anak-anak, “ornamental cookery”, dan tarian telanjang striptease. Barthes juga dalam tulisan-tulisan awalnya merupakan seorang eksponen utama dari kritik strukturalis yang membahas teks sastra sebagai “sebuah sistem semiotik lapisan kedua”; maksudnya, teks sastra dipandang sebagai memakai sistem bahasa yang merupakan lapisan pertama untuk membentuk struktur yang lebih tinggi tingkatannya, sesuai dengan sistem elemen-elemen, konvensi dan kode berbeda sastra.

Daftar Kasus Perioritas Sementara KPK

Total utang pemerintah Indonesia hingga Maret 2013 mencapai Rp 1.991,22 triliun dengan rasio 24,1% terhadap APDB. Dari jumlah tersebut, Rp 588,38 triliun merupakan utang luar negeri yang didapat dari beberapa negara dan juga lembaga-lembaga multilateral. Utang luar negeri ini terus turun dibandingkan akhir 2012 yang sebesar Rp 612,52 triliun.

Tahun ini, nilai belanja APBN mencapai Rp 1.683 triliun. Defisit anggaran tahun depan ditetapkan 1,65% terhadap PDB atau Rp 172,8 triliun, karena penerimaan negara lebih kecil.

Untuk menutup defisit tersebut, DPR membolehkan pemerintah menambah utang baru hingga Rp 161,4 triliun. Hal ini kemudian menimbulkan banyak pertanyaan, apakah banyaknya utang Indonesia ini disebabkan oleh kemerosotan sistem pengelolaan  keuangannya sendiri ataukah kasus korupsi berjamaah yang sekarang menjadi trend baru di jajaran Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif di Indonesia?

Sebab melihat daftar kasus perioritas yang sekarang sedang ditangani oleh KPK berikut ini, sangat logis ketika kita beranggapan mungkin saja banyaknya utang Indonesia disebabkan Korupsi berjamaah tersebut.

    Berikut adalah daftar kasus perioritas yang sementara ditangani oleh KPK :
1. Kasus korupsi PETRAL US$ 1.5 Milyar (14.5 Triliun) pada investasi kilang minyak di Libya.
2. Kasus korupsi di Pertamina pada impor Naftah sebesar US$ 20 juta (200 Miliar).
3. Kasus Korupsi SU dan Pertamina US$ 99 juta (980 Milyar) pada Pembangunan Depo Pertamina di seluruh Indonesia.
4. Kasus Korupsi Dana CSR Pertamina 600 Milyar yg diduga mengalir ke 'partai besar penguasa' di Indonesia pada thn 2008-2009.
5. Kasus Korupsi Hartati Murdaya di JIEC & Bank Mandiri 1.5 Triliun yg agunkan 33 hektar tanah negara di Kemayoran.
6. Kasus Korupsi Proyek eKTP tahun 2011 di Kemendagri yg rugikan negara 3.5 Triliun.
7. Kasus korupsi penyerobotan lahan tambang PT. Bukit Asam yg rugikan negara 6 Triliun (dilaporkan oleh mantan Menkuham-patrialis).
8. Kasus korupsi PT.AnekaTambang dlm pnyerobotn lahan oleh Harita Grup yg rugikan negara 19 Triliun (dlaporkn oleh MenBUMN,pak DI).
9. Kasus korupsi BURT DPR RI oleh Pius Lustrilanang cs yg rugikan negara ratusan Miliar (dilaporkan ketua DPR Marzuki Alie).
10. Kasus korupsi PT. TPPI Tuban oleh Hashim Djojohadikusumo yg rugikan negara 17 Triliun.
11. Kasus Korupsi Pajak Bakrie Grup kolusi dgn Gayus Tambunan, rugikan negara triliunan.
12. Kasus korupsi Mafia Anggaran DPR yg rugikan negara 7.7 Triliun. Hanya menjerat Wa Ode Nurhayati & Fadh A Rafiq.
13. Kasus korupsi Alex Nurdin (sbg Bupati Muba 14 kasus & sbg Gub 3 kasus), kerugian negara ratusan Miliar. Dikubur oleh KPK?
14. Kasus korupsi Ratu Atut sedikitnya 9 kasus yang rugikan negara ratusan Miliar.
15. Kasus korupsi Hambalang sesuai LHP BPK & BAKN DPR atas 25 Pejabat. Hanya pejabat kemenpora yg sdh diusut. Lainnya gimana?
16. Kasus Nazaruddin di 30 kasus korupsi. Smg KPK tdk beralasan kurang tenaga penyidik.Tuntaskan dulu kasus kakap, yg teri nyusul.
17. Kasus TPPU Nazaruddin dan SU di Saham Garuda 308 Miliar. Nazar sdh jadi TSK,tp bgm dgn yg lainny? KPK pura2 sibuk?
18. Kasus korupsi azis syamsuddin cs di Gedung Adyaksa puluhan milyar. Rusak kah alat sadap KPK?
19. Kasus korupsi pengadaan gerbong kereta api dr Jepang yg melibatkan Hatta Rajasa hy Sumino yg disidangkan.Alat sadap KPK rusak?
20. Kasus Choel Malarangeng yg jadi mafia proyek di Kemenpora.Dia sdh mengaku terima suap.Knp KPK tdk jadikan dia TSK?
21. Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Merpati MA60 yg rugikan negara US$ 45 juta (440 Miliar).
22. Kasus korupsi Pertani,SHS dan Berdikari yg rugikan negara ratusan Miliar. Prioritas kasus atau tebang pilih?
23. Kasus korupsi Jhony Allen Marbun di pos Dana Percepatan Infrastruktur Intim. KPK janji tangkap JAM. Mana janjimu?
24. Dugaan Kasus korupsi Max Sopacua pada alat kesehatan di Kemenkokesra. Apakah alat sadap KPK hanya dipasang di kementan?
25. Kasus korupsi Dana PON, kenapa hanya berhenti pada Rusli Zainal saja?
26. Kasus CENTURY ??
27. Kasus rekening gendut super kakap beberapa oknum polisi dan pejabat.
28. Kasus korupsi mark up bunga pinjaman 280 Miliar di GIA. Apakah kpk butuh gedung mewah agar dapat bekerja lbh giat?
29. Kasus korupsi 36,7 Triliun di PLN. Apakah kpk butuh subsidi tambahan utk pengadaan alat sadap?
30. Kasus BLBI, 650 triliun? Knp tdk ada penyitaan asset para koruptor kakap itu?

20 Agu 2013

Bendera Merah Putih Raksasa di Gunung Bulusaraung Maros

MAROSINFO.COM – Ratusan pecinta alam memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan RI dengan cara unik. Mereka membentangkan Bendera Merah Putih ukuran raksasa di Gunung Bulusaraung Maros, Sabtu (17/8/2013) lalu.
Pengibaran Bendera Merah Putih berukuran 10×6 cm ini diprakarsai oleh organisasi pecinta alam Orientasi Gerakan Alam Nyata (OGAN) Maros dan telah memasuki tahun kelima. Selain pengibaran bendera, juga dilaksanakan aksi bersih gunung, lomba pemungut sampah terbanyak, dan lainnya.
Sekretaris Umum OGAN Maros, A Chaidir Abu Bakar menjelaskan, seluruh kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pecinta alam maupun penggiat alam bebas, bukan hanya di Maros namun juga di Sulawesi Selatan. Kurang lebih 400 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Padahal target awal peserta 250 orang. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami sekaligus menjadi tantangan baru untuk berbuat lebih baik lagi,” tuturnya Senin (19/8/2013).
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini juga menjadi rangkaian memperingati Hari Konservasi Nasional yang jatuh pada 10 Agustus, sekaligus ajang sosialisasi kepada para penggiat alam bebas untuk lebih menumbuhkan jiwa kepeduliannya terhadap alam dan lingkungan sekitarnya.
Sementara Dewan Pembina OGAN Maros, Ridwan Hamid yang akrab disapa Diwank mengemukakan, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.  Terkhusus kepada Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

27 Jun 2013

KNPI Maros Gelar Lomba Lari Wisata

KNPI Maros--Memperingati hari jadi Maros yang ke 54, Pengurus KNPI Maros akan menggelar Lomba Lari Wisata 10 K. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2013 dan akan memperebutkan uang pembinaan total sebesar Rp. 20 Juta.
Lomba lari wisata yang pertama kali diadakan ini akan memulai start dari Taman Wisata Leang-leang dan finish di Taman Wisata Alam Bantimurung.

11 Jun 2013

Maros Raih ADIPURA Pertama

Maros--Sekian lama menunggu dan berharap akhirnya Kabupaten Maros meraih penghargaan Piala ADIPURA untuk yang pertama kalinya. Diperiode H.M. Hatta Rahman pembangunan di Maros memang menjadi bukti fisik bahwa keseriusan, tanggung jawab dan amanah yang diberikan dari masyarakat maros kepada Bupati terpilih (11/2011) menjadi bukti nyata dalam meraih penghargaan ini.
Tak heran selama periode Bupati kali ini semua stake holder yang berada di Kab. Maros (Instansi, Masyarakat, Pemuda, Pengusaha, Pelajar, dan Mahasiswa) menjadi sangat termotivasi untuk berbuat dan bekerja menuju maros yang lebih BAIK (Bersih, Aman, Inovatif, dan Kreatif).

8 Jun 2013

MUBES BEM STIM YAPIM Maros Pakai Sistem Pemilu Raya

Maros--Untuk pertama kalinya Musyawarah Besar STIM YAPIM Maros melakukan Pemilu Raya. Sistem Pemilu Raya kali ini melibatkan seluruh Mahasiswa STIM YAPIM Maros yang berjumlah kurang lebih 600 orang.
MUBES kali ini juga dilaksanakan selama tiga hari, hari pertama untuk pembahasan LPJ dan penyusunan AD/ART, hari kedua digunakan untuk pembacaan Visi Misi bakal calon ketua sekaligus kampanye kandidat, dan hari terakhir diisi dengan pemilihan dan perekapan suara serta penetapan ketua terpilih periode 2013-2014.
"Saya melihat MUBES kali ini cukup menarik, sebab dari 2 kandidat yang akan maju memiliki potensi dan latar belakang yang sama. Harapan saya kedepannya Ketua BEM yang terpilih bisa menjadi leader dan warna baru tersendiri untuk melakukan trobosan-trobosan serta perubahan-perubahan dalam mengembang tugasnya".Ungkap salah seorang peserta MUBES.

LPPP Maros

LPPP Maros--Setelah beberapa bulan vakum, Lembaga Pengusaha Pemuda Pancasila Cabang Maros kembali aktif dengan menggandeng H. Faisal sebagai calon ketua baru. Perburuan yang cukup lama telah dilakukan oleh LPPP Maros untuk menemukan ketua baru paska konflik ketua lama A. Ramir Syam.
Beberapa calon yang sempat disebut-sebut sebagai bakal calon ketua LPPP Maros adalah H. A. Anwar Deny dan Muhammada Riza. "Karena Lembaga ini adalah lembaga yang pertama kalinya dibentuk di Kab. Maros, kami dari calon pengurus lama tidak akan pernah berhenti untuk melakukan perbaikan - perbaikan baik itu untuk internal Lembaga maupun dari luar Lembaga."Tutur A. Chaidir Abu Bakar (Ketua Bidang OKK LPPP Cab. Maros)