22 Mei 2013

HPPMI Komisariat YAPIM Maros

HPPMI Kom. YAPIM Maros--Mendekati pelaksanaan Musyawarah Pemilihan Ketua sekaligus deklarasi pertama HPPMI Komisariat YAPIM Maros (24/05/13), para panitia telah mendapatkan beberapa calon kandidat yang bakal maju untuk kursi pimpinan, salah satunya yaitu ketua pelaksana Musyawarah tersebut saudara Agus Salim. " Saya sangat senang melihat antusias para kawan-kawan Mahasiswa Yapim Maros terkhusus untuk yang akan maju di pemilihan ketua nantinya. Melihat kondisi dinamisasi dan konstalasi yang terjadi untuk menuju 01 HPPMI Kom. YAPIM Maros sudah sepatutnya kami memberikan mediasi terbaik untuk pelaksanaan Musyawarah sekaligus deklarasi pertama HPPMI di Kampus YAPIM Maros " Tutur A. Chaidir Abu Bakar, Koordinator SC MUSKOM HPPMI KOM. YAPIM MAROS.

14 Mei 2013

RAKER HMM STIM YAPIM Maros

HMM STIM YAPIM MAROS - - Mahasiswa STIM YAPIM Maros yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa 
Manajemen (HMM) Rapat Kerja di Villa Bosowa Maros (14/05/2013). 
Pada kegiatan ini hampir seluruh pengurus HMM hadir dalam pelaksanaan ini. Topik pembahasan dari 
RAKER HMMini adalah bagaimana HMM Periode 2013-2014 merekonstruksi dan menjadi revolusioner baru dari 
periode – periode sebelumnya. “ Dipengurusan baru HMM ini kami dari pihak presidium sendiri akan berusaha 
semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan menata kembali eksistensi HMM di kalangan Mahasiswa maupun 
masyarakat umun tentunya sebagai contoh adalah, kami selalu mencoba untuk melakukan dan melaksanakan 
setiap tahapan – tahapan proses sebagaimana sistem dan prosedur yang berlaku dalam lingkup keorganisasian. 
Tutur A. Chaidir Abu Bakar (Wakil Sekretaris HMM STIM YAPIM Maros) .

Pelaksanaan RAKER HMM ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama pengurus baru dan pengurus 
demisioner. “ Ini adalah proses dan momentum yang sangat baik untuk dijadikan tradisi di dalam kepengurusan
 baru HMM ini. Dan kami dari pengurus demisioner sendiri sangat mengapresiasi kepada pengurus HMM yang 
baru, yang tidak pernah lupa mengundang kami ketika melaksanakan acara atau kegiatan HMM. “ Ungkap salah
 satu pengurus demisioner HMM STIM YAPI Maros periode 2012-2013.

13 Mei 2013

Lembaga Seni & Budaya BARASA : Eksistensi Aru' / Mangaru'

BARASA Maros--(Mangaru')  Adapun awal tradisi mangngaru pada masa kerajaan ketika bissu menegas saat peperangan, juga dengan tujuan mengobati masyarakat yang terkena tuku siang (gatal-gatal semacam cacar) ritual ini semacam menyampaikan pesan dan doa pada dewata seuwaE untuk kesembuhan dengan cara angngaru., Orang yang melakukan Aru disebut Angngaru’ (dibaca : ang - nga - ru’) berarti bersumpah, berikrar, menyatakan kesetiaan, pangngaruE  /  yang melaksanakan angngaru adalah seseorang yang ditunjuk /orang tertentu sebagai pemegang bendera atau panji peperangan, ketika dalam peristiwa pasukan terdesak oleh lawan, maka pangngaru melakukan bate / bekas kaki yang diperjelas, lalu menancapkan bendera diatas bate tersebut, sambil tanganya mencabut Badi' /kawali (senjata khas sulawesi selatan) diiringi sumpah setia kepada pasukan dengan teriakan yang menggelegar untuk didengar oleh lawan, kawan ataupun botinglangi (penghuni langit) dengan tekad dan janji bahwa, “dirinya tak akan mundur dari bate /batas kaki yang telah menjadi penanda meski nyawa harus melayang.

Angngaru juga merupakan Tradisi yang bersifat sakral bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Sejalan dengan tujuan penelitian, mengungkap "sakral tradisi Bugis Makassar", maka penelitian ini menggunakan metode penelitian etnografi*. Sakral karena ia bagian dari acara adat dan terkait ritual-ritual sebabkan aplikasi/pelaku "pangngaru" imun terhadap benda pusaka berbisa pula angngaru ini bersifat protokoler misalnya pada acara, Temmu Taung, mengangkat janji sumpah setia juga pada penyambutan tamu yang dihormati. Dan mangngaru dapat juga terjadi ketika menyampaikan keinginan/hajat  pada boting langi (mahluk langit) tentu dengan kalimat –kalimat yang terkadang hanya dimengerti oleh strata tertentu misalnya Bissu, juga dalam menyampaikan kebulatan tekad atau sumpah setia, dan angngaru diiringan alat-alat musik tradisi yang terstruktur. 
 
sumber :http://www.sangbaco.com/2012/02/angngaru-mangngaru-tradisi-sakral-bugis.html#.UZG1WWUUN7A

DISPORI Maros tantang Pemuda di Kecamatan Maros Baru Berwirausaha

Maros--DPK KNPI Maros Baru pada proses pelaksanaan kegiatan Pelatihan Peningkatan SDM Pemuda Tingkat Desa dan Kelurahan Se- Kecamatan Maros Baru (11/05/2013), yang dihadiri kurang lebih 40 peserta dari 4 Desa dan 3 Kelurahan yang ada di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros.

Kegiatan ini mengundang 4 narasumber yaitu Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan kelautan, Dinas Pemuda Olahraga dan Seni, serta pemerintah kecamatan itu sendiri. " Kegiatan ini adalah sebagai stimulus awal kepada pemuda yang ada di Kecamatan Maros Baru untuk bagaimana bisa lebih memiliki jiwa enterpreneur dan terkhusus untuk mengenal lebih jauh fungsi dan peranan KNPI itu sendiri kepada pemuda yang ada di Daerah pelosok. " Ungkap Ketua DPK KNPI Maros Baru, A. Chaidir Abu Bakar.

Selain itu, salah satu narasumber dari kegiatan tersebut yakni Kadispori Maros, menantang kepada seluruh pemuda yang ada di Desa dan Kelurahan Maros Baru untuk bisa dan mau menjadi pemuda - pemuda yang berjiwa usahawan.

8 Mei 2013

Pengelolaan Sampah..

Paradigma umum yang dijumpai sampai saat ini dalam pengelolaan sampah kota adalah :
1. KUMPUL – ANGKUT – BUANG.
Merupakan sistem pengelolaan konvensional dimana pengelolahan sampah yang dilakukan hanya berupa tiga tahap yaitu kumpul, angkut dan buang tanpa melalui rangkaian proses pengolahan.
2. KUMPUL – OLAH – ANGKUT – OLAH – BUANG.
Pola yang dikembangkan dalam pengelolaan persampahan pertama dengan memasukkan kegiatan pengolahan sampah mulai dari hulu sampai hilir.
Pergeseran pola pengelolaan persampahan perlu dilakukan seperti Pola Transformasi Waste to Source dan perlu dikembangkan sehingga sampah yang saat ini kita anggap sebagai sesuatu yang tidak berguna akan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna yang tinggi.
Penanganan sampah yang terintegrasi bertujuan untuk meminimalkan atau mengurangi sampah yang terangkut menuju pemrosesan akhir. Pengelolaan sampah yang hanya mengandalkan proses kumpul-angkut-buang dan proses KUMPUL – OLAH – ANGKUT – OLAH – BUANG akan menyisakan permasalahan dan kendala, antara lain untuk pembuangan akhir, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan konsep Transformasi Sampah melalui reduksi volume sampah dan penyediaan sarana fasilitas sampah untuk menghasilkan sumber daya yang bermanfaat seerti kompos dan metan sebagai bahan baku sumber energi. Melalui Transformasi Sampah selain hasil akhir dari pengelolaan yang diharapkan akan menghasilkan zero waste juga akan menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi. Setiap Kota di Indonesia diperkirakan pada tahun-tahun mendatang akan mengalami penambahan penduduk yang cukup besar sehingga pembuangan sampah akan mengalami peningkatan yang signifikan pula, terutama sampah organik yang merupakan jumlah sampah terbanyak.
Dilihat dari komposisinya, maka sebagian sampah kota di Indonesia adalah tergolong sampah hayati, atau secara umum dikenal sebagai sampah organik alamiah, atau sampah basah. Rata-rata sampah yang tergolong hayati ini adalah di atas 65 % dari total sampah. Melihat komposisinya yang sebagian besar adalah sisa-sisa makanan, khususnya sampah dapur, maka jenis sampah ini akan cepat membusuk, atau terdegradasi oleh mikroorganisme yang berlimpah di alam ini, dan berpotensi pula sebagai sumberdaya penghasil kompos, metan dan energi.

Data Dugaan KORUPSI Lelang UN di Kemendikbud

Seknas FITRA menemukan data yang cukup menakjubkan bahwa ada dana miliaran yang diperebutkan di sana.

Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi kepada SP di Jakarta, Selasa (16/4) malam, mengatakan, diduga ada korupsi dan kolusi dalam proses tender.

Dijelaskan, untuk penggandaan dan distribusi bahan UN 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyiapkan anggaran sebesar Rp 94.885.352.747,-

Negara memang menyediakan anggaran penggandaan dan distribusi bahan UN sebesar Rp120.457.937.603,-.

Kemudian Balitbang Kemdikbud hanya menghabiskan sebesar Rp.94.885.352.747. “Ini artinya Balitbang Kemdikbud bisa menghemat anggaran sampai sebesar Rp 25.572.584.856,” katanya.

Tetapi, dalam pemantauan Seknas FITRA, anggaran yang bisa dihemat sebesar Rp 25,5 miliar oleh Balitbang Kemdikbud ini terlalu kecil, dan hanya untuk mengelabui publik.

Balitbang Kemdikbud sebenarnya bisa melakukan penghematan anggaran minimal sebesar Rp 32.860.651.085,-.

“Kemana Rp 7,3 miliar lainnya?” tanya Uchok.

Proses Lelang

Mengenai proses lelang untuk pengadaan dan pendistribusian bahan UN 2013, Uchok mengatakan, ada keanehan dimana beberapa perusahaan yang punya harga penawaran tinggi dan mahal yang dimenangkan, sementara perusahaan yang punya penawaran rendah dan murah, dikalahkan.

“Situasi lelang penggandaan dan distribusi bahan UN ini sungguh aneh, dan seperti arisan. Pengaturan pemenang lelang sepertinya sudah diatur,” katanya.

Misalnya, pada paket 1, pemenang lelang adalah PT Balebat Dedikasi Prima. Tapi, PT Balebat Dedikasi Prima ikut juga pada paket 3, dengan penawaran lebih rendah dan murah, tapi bisa dikalahkan oleh PT Ghalia Indonesia Printing.

Di bawah ini gambaran lelang penggandaan dan distribusi bahan UN 2013:

Pertama: Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 1, dengan nilai paket (Harga Perkiraan Sementara) sebesar Rp 17.427.755.120.

Lelang ini dimenangkan oleh PT Balebat Dedikasi Prima, Jln Veteran II No.17 Ciawi Bogor, dengan nilai penawaran sebesar Rp.12.951.707.377,-

Kedua: Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 2, dengan nilai paket HPS sebesar Rp17.691.386.400,- Lalu lelang ini dimenangkan oleh PT Pura Barutama, Jln. AKBP Agil Kusumadya 203 Kudus, dengan nilai penawaran sebesar Rp 14.562.448.000.

Padahal nilai penawaran dari PT Pura Barutama dengan terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah, seperti PT Perca nilai penawaran hanya sebesar Rp13.264.292.271, PT Jasuindo Tiga Perkasa TBK dengan nilai penawaran sebesar Rp13.396.078.115, dan PT Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp.14.454.192.848,-

Ketiga: Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 3. Dengan nilai paket HPS sebesar Rp 27.162.209.903.

Lalu lelang ini dimenangkan oleh PT Ghalia Indonesia Printing, Jln. Rancamaya Km.1 No.47 Ciawi Bogor, dengan nilai penawaran sebesar Rp 22.489.952.830,-.

Padahal nilai penawaran dari PT Ghalia Indonesia Printing terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tapi dikalahkan, seperti Aneka Ilmu dengan penawaran sebesar Rp17.107.372.806,- PT Jasuindo Tiga Perkasa dengan nilai penawaran sebesar Rp 21.171.902.444,- dan PT Balebat Dedikasi Prima dengan penawaran sebesar Rp21.604.198.430,-.

Keempat: Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 4, dengan nilai paket HPS sebesar Rp 21.180.566.320,-

Lalu pemenang lelang ini adalah PT Jasuindo Tiga Perkasa TBK, Jln.Raya betro No 21 Sedati - Sidoarjo, dengan nilai penawaran sebesar Rp13.726.112.268,-.

Kelima: Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 5, dengan nilai paket HPS sebesar Rp.19.607.732.020.

Lalu pemenang lelang ini adalah PT. Karsa Wira Utama,Jln. Padjajaran No.10 desa Gandasari, Kecamatan Jatiuwung Tangerang, dengan nilai penawaran sebesar Rp 16.370.616.240,-.

Padahal nilai penawaran dari PT.Karsa wira utama terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tapi dikalahkan seperti PT Jasuindo Tiga Perkasa TBK dengan penawaran sebesar Rp12.505.462.948,- PT Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp16.019.252.213,- PT Temprina Media Grafika dengan nilai penawaran sebesar Rp.16.262.292.640,-.

Keenam: Penggandaan dan Distribusi Bahan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Paket 6, dengan nilai paket HPS sebesar Rp.17.388.287.840.

Lalu pemenang lelang ini adalah PT Temprina Media Grafika, Jln.Karah Agung, dengan nilai penawaran sebesar Rp14.784.516.032.

Padahal nilai penawaran dari PT Temprina Media Grafika terlalu mahal bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang penawarannya lebih murah tapi dikalahkan seperti PT Perca dengan penawaran sebesar Rp13.042.338.848; PT Ghalia Indonesia Printing dengan penawaran sebesar Rp14.205.828.197; PT Balai Pustaka (Persero) dengan penawaran sebesar Rp14.268.317.184; Perum Percetakan Negara RI dengan nilai penawaran sebesar Rp14.613.470.168,-“

Dari gambaran di atas, kami melihat ada penggelembungan harga. Kami meminta DPR dan KPK serius mengungkap kasus ini. Apalagi proses lelang seperti arisan dan perusahaan yang terlibat itu-itu juga,” katanya.

7 Mei 2013

Gerakan Mahasiswa, Ujung Tombak Revolusi

TANGAN-TANGAN terkepal membayang hitam pada sebuah tembok putih yang berfungsi sebagai layar film. Pada tembok itu, terputar film dokumenter berbagai aksi mahasiswa Indonesia selama dua tahun terakhir. Adegan represif aparat bersenjata kepada para mahasiswa yang berdemonstrasi ataupun rakyat sipil yang tengah berada di lokasi kejadian, mendominasi tayan Bersama dengan pemutaran film itu, dengan tangan terkepal, ratusan mahasiswa yang hadir pada pembukaan pameran dan diskusi "Kekerasan Politik dan Gerakan Mahasiswa" yang digelar harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta, 16-19 November 1999, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, serentak mereka mengucapkan "Sumpah Rakyat Indonesia":
Kami Rakyat Indonesia mengaku: bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Kami rakyat Indonesia mengaku: berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan. Kami rakyat Indonesia mengaku: berbahasa satu, bahasa kebenaran.
Dalam sambutannya pada pembukaan pameran, Pemimpin Redaksi harian Kompas, Jakob Oetama, mengatakan bahwa mahasiswa berjuang tanpa mengharapkan sesuatu. "Gus Dur menjadi Presiden, Megawati menjadi Wakil Presiden, Amien Rais menjadi Ketua MPR, Akbar Tandjung menjadi Ketua DPR. Sementara mahasiswa mendapat apa? Mahasiswa tidak mendapatkan apa-apa. Mahasiswa justru memberi...," ucap Jakob Oetama. Penyelenggaraan pameran dan diskusi ini berawal dari sebuah keinginan untuk mencatat serta mendokumentasikan rentetan peristiwa yang merupakan titik penting sejarah sosial-politik Indonesia. Rangkaian demonstrasi yang dimotori para mahasiswa menjelma menjadi pressure bagi pemerintahan Soeharto dan terbukti mampu menumbangkan rezim otoritarian itu, 21 Mei 1998, meski untuk menggapai "kemenangan" itu, empat nyawa mahasiswa Trisakti dan ratusan jiwa masyarakat sipil (korban kebakaran pasca 12 Mei 1998) menjadi tumbal.
Mahasiswa menilai, reformasi total belum jalan. Mereka lalu menolak pelaksanaan Sidang Istimewa, November 1998. Tan-pa surut selangkah pun, mahasiswa tetap menggelar aksinya. Korban mahasiswa kembali berjatuhan pada tragedi Se-manggi I, ketika aparat justru menjawab aksi damai mahasiswa dengan gempuran bom air, gas air mata, hingga berondongan peluru. Peristiwa Semanggi kembali terulang saat mahasiswa meneriakkan penolakan atas Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya, September 1999. Semua rangkaian peristiwa pedih itu terdokumentasi rapi lewat foto-foto karya para Pewarta Foto Indonesia dan lewat pemutaran film dokumentasi RCTI, SCTV, TPI, AN-Teve, Fokus-Indosiar, dan film karya Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famret)/Forum Kota (Forkot).
ACARA pameran dan diskusi dibuka oleh Ny Martini Asih Widodo, ibu dari Sigit Prasetyo (mahasiswa YAI korban tragedi Semanggi I). Kemudian dilanjutkan kesaksian oleh para orangtua korban, yakni Asih Widodo (ayah Sigit Prasetyo); Drs Zainal Khairanto, ayah Heru Sudibyo (mahasiswa Univer-sitas Terbuka); Bagus Yoga Nandita, ayah Elang Mulia Lesmana (mahasiswa Universitas Trisakti) dan Arief Priyadi, ayah BR Norma Irmawan/Wawan (mahasiswa Universitas Atma Jaya Jakarta).

Melalui kesaksiannya, para orangtua tersebut menceritakan betapa mereka selalu "membentur dinding", ketika menuntut agar kasus kematian putra mereka diusut tuntas. Kekerasan struktural yang mereka alami dan beroperasinya kekerasan di jalanan oleh aparat, mereka bagikan kepada hadirin. "Kami sempat mengelus dada, ketika mobil ambulans yang membawa anak kami dari Ru-mah Sakit Jakarta menuju Ru-mah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi, ditembaki oleh aparat pada bodi mobil dekat roda belakang kanan, meskipun melalui jendela mobil sudah dikibar-kibarkan bendera Palang Merah...," tutur Arief Priyadi.

Begitulah. Tindak kekerasan aparat itu terpresentasi pada instalasi Andar Manik (40), alumnus Fakultas Seni Rupa ITB Bandung. Pada ruang di sayap kanan Bentara Budaya, Andar Manik membangun "meja perjamuan" yang ditutup kain putih. Di atas meja tersebut dipampang peta Indonesia yang di sekitarnya diolesi bubuk hitam gas air mata. Terpajang peluru-peluru yang ditaruh di atas piring, gas air mata, bom molotov, ketapel. Dipasang pula tiga TV dan satu proyektor yang memutar film-film kekerasan aparat. Sementara di dinding yang dilapisi kain hitam bertengger helm aparat, tameng aparat, dan topi polisi yang tercecer selama aksi mahasiswa berlangsung. Barang-barang itu adalah milik organ-organ mahasiswa yang terlibat pameran.

Selain itu, juga didirikan stan-stan gerakan mahasiswa, seperti Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) dan Komite Aksi Mahasiswa Jakarta, Forkot, Famred, Forum Bersama (Forbes), Masyarakat Profesional untuk Demokrasi (MPD), Ikatan Generasi Muda Anak Bangsa (IGAB), dan Tim Medis Universitas Tarumanegara.

Forkot yang berdiri awal Maret 1998 dan merupakan gabungan 53 kampus se-Jabotabek, memamerkan media komunikasi mereka: Lapar (Laskar Perjuangan Rakyat). Organisasi ini berciri non-kooperatif dan cenderung radikal. Stan FKSMJ dan Komite Aksi Mahasiswa Jakarta menampilkan poster "Pemberian Gorbachev Award kepada BJ Habibie". Organisasi yang berdiri 1994 ini berciri non-kekerasan. Mereka juga menampilkan masker gas air mata, jaket mahasiswa, dan foto-foto saat berdemo.

Famred yang didirikan 13 September 1998 oleh mahasiswa IKIP Jakarta, STF Driyarkara, Universitas Jakarta, Universitas Atma Jaya, Universitas Taru-manegara dan IISIP, di outlet-nya memamerkan foto. Famred yang berciri aktif non-kekerasan ini juga memproduksi poster, antara lain Stop Militerisme dan No More Riot.

Diskusi pertama dilangsungkan 17 November lalu dengan Tema "Refleksi Gerakan Mahasiswa: Agenda Reformasi Menu-ju Indonesia Baru". Para pembicara adalah Arbi Sanit, Eep Saefulloh Fattah, Muridan, dan wakil komponen pergerakan mahasiswa. Malam harinya digelar festival musik dan puisi ja-lanan. Acara itu diramaikan oleh Harry Roesli. Diskusi kedua bertema "Presentasi Reformasi dalam Media Massa" dengan pembicara, Seno Gumira Aji-darma, Harry Roesli, dan Munir dari Kontras.

Diskusi terakhir, 19 November 1999, "Membentuk Kelas Menengah Kritis" menghadirkan Nono Anwar Makarim, Daniel Dhakidae, Goe I Siaw Hong (aktivis Bursa Efek Jakarta), Iman Librianto, Bara Hasibuan, Prasetyantoko (MPD), dan wakil Forkot/Famred. Rangkaian diskusi dan pameran itu, menurut Muhamad Yasin Pradjadisastra, salah seorang peserta diskusi, merupakan kegiatan untuk mengingatkan mahasiswa bahwa kerja mereka belum selesai. "Mahasiswa perlu terus memelihara semangat dan motivasi mereka agar tetap kritis," katanya. Betapa pun, mahasiswa adalah ujung tombak revolusi negeri ini. (lok)